Site icon SEMBILAN NEWS

Anies Jawab Ganjar soal Kampanye: Yang Datang Bukan Massa Bayaran

Anies-Jawab-Ganjar-soal-Kampanye-Yang-Datang-Bukan-Massa-Bayaran

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengakusuka dengan gelaran kampanye pemungkas Pilpres 2024 yang Digelardi Stadion Internasional Jakarta (JIS), Jakarta Utara, Sabtu
Pernyataan itu disampaikan Anies menjawab pertanyaan capres angka urut3, Ganjar Pranowo waktu keduanya bertemu secara berani pada program deklarasi kemerdekaan pers yg Dewan digelar Pers.

Pada Anies, Ganjar yg hadir secara mimpi sempat bertegur sapa. Ganjar bertanya kepada Anies perihal pelaksanaan puncak kampanye besar beberapa jam sebelum nya padahari yg sama.

“Pak Anies apa keterangan, bagaimana kampanye terakhirnya hari ini?” tanya Ganjar dari panggilan melalui saluran zoom meeting. Anies pun blak-blakan soal itu banyak massa yg hadir di puncak kampanyenya yang digelar pada Stadion Internasional Jakarta (JIS) itu datang dengan sukarela. Anies Mengatakan, mereka datang karena memang membawa sebagai.

“Lah emang enggak dikasih uang kok.datang, ya datang sendiri. Tiba bawa sebagai. Bukan minta bayaran. Pulang insyaallah membawa perubahan. Kita suka sekali,” ucap eks Gubernur DKI. Anies mengaku senang Bila masyarakat berpartisipasi pada politik dengan penuh kegembiraan. Mereka tiba kampanye bukan berharap karena ada uang. Sebab,ucap dia, politik Indonesia waktu ini telah juga usang dibelenggu politik uang.

“Kita senang dengan rakyat Indonesia yg hadir pemilu ini dengan kegembiraan. Hadirkan kampanye kebahagiaan. Bukan karena soal-soal rupiah. Karena telah juga lama politik kita dalam dungkungan sama itu,”ucapnya.

Pada acara yang secara bersamaan dengan peringatan hari Peringatan Pers Nasional (HPN)dan penekenan deklarasi kebebasan pers itu, hanya capres nomor urut 3 yang tidak hadir. Prabowo terlihat berpose koordinator TKN Rosan Roeslani yang meneken deklarasi kebebasan pers.

Muhammadiyah Ingatkan Pemenang Pilpres Jangan angkuh

PP Muhammadiyah mengingatkan agar-agar tidak ada yang nanti lolos dan Memenangkan kontestasi Pilpres 2024 tidak jewa. Menurutnya akan lebih baik Jika sesudahnya pilpres ada proses rekonsiliasi serta akomodasi untuk semua pihak.
“yang menang jangan jewa serta yang kalah legawa, sehabis pemilu pulang bersatu,”ucap Sekretaris umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’tidalam.

Dia pula mengajak jadi semua warga Indonesia mampu menerima terserah hasil pilpres saat ini. Baginya, tidak ada pemenang pilpres misal nya akibat nya pilihan warga dan wujud kedaulatan rakyat. Pemenang pilpres maupun pihak yang kalah wajib bisa menempatkan kepentingan bangsa di atas ke pentingan eksklusif atau grup. Jangan hingga terdapat istilah pemenang mengambil semua, sehingga pihak yg kalah wajib tetap dilibatkan demi kemajuan negeri.

“Saya kira itu bukan bagian asal karakter serta sistem politik kita. Kita tidak mengenal pemerintah yang kekuatan serta partai yang oposisi. Semua bagian asal pilar demokrasi Indonesia,”ucap beliau. Hal sama juga diungkap oleh Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Dia berharap pemilu bisa berjalan lancar tanpa ada kerusakan sampai kontestasi benar-benar selesai. Meskipun selama masa kampanye ini suhu politik memanas. Tapi keseluruhan pihak bisa menempatkan diri dengan baik dan memaklumi bahwa hal tersebut bagian dari dinamika politik.

NU dan muhammadiyah juga berharap tidak terdapat pihak yg mengerahkan massa. Manakala terjadi gangguan yang akan terjadi pemilihan presiden. Semuanya wajib terselesai kan tenggelam mekanisme hukum. “Sebagai kita permanen lancar sampai semua tahapan selesai. Apa pun hasilnya, kami terima,”kata dia.

Baca Juga: Pendukung Prabowo-Gibran Mulai Padati GBK Kampanye Besar

Anies Minta Maaf Wartawan Kesulitan Akses Meliput Di JIS

Anies Baswedan meminta maaf kepada jurnalis yang sempat mengalami kesulitan serta tentar saat meliput kampanye akbar epilog di Stadion Internasional Jakarta (JIS), Jakarta. Ia mafhum Jadwal acara tadimasih banyak kekurangan.
“Kita jauhdari tepat danAnies Baswedan yg bertanggung jawab. Semua kekurangan yg terjadi di wilayah ini, apa pun, sedetail apa pun berhentin ya di daerah aku,” ucap Anies. Anies menegas kan menjadi pihak yg paling bertanggung jawab atas kesulitan yang di alami oleh para jurnalis. Peristiwa kemarin, jelas beliau, sekaligus sebagai pembelajaran berharga.

“Saya bertanggung jawab serta saya menyampaikan mohon maaf Sebesar-besarnya pada keseluruhan yg penilaian ke tidak nyamanan sekarang. Izin kami melakukan koreksiserta pemugaran, insyaallah kami ada pada putaran kedua,”ucap beliau.

Anies yang misal nya mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku akan melakukan investigasi atas pertarungan yang terjadi. Berdasarkan beliau, masalah tersebut telah jurnalisme yang merugikan pada melakukan kerja-kerja jurnalistik. Lebih lanjut, dia akan menghasil kan kinerja semua tim internal media nya serta menegaskan akan memberisanksi pada pihak yg terbukti bermasalah.

“Saya minta buat investigasi karena kegiatan ini bukan buat aktivitas yang terdapat di pada JIS saja. Tapi untuk semua masyarakat Indonesia. Termasuk, teman-teman (media) yang mengirimkan (berita) ini semuanya. Jadi,sahabat-sahabat tidak bisa menjalankan nya selama beberapa jam serta itu merugikan,”ucap Anies. “Yang paling rugi siapa? yg paling rugi yang duduk didepan Anda. Jadi, kita akan memeriksa apa yg sebenarnya terjadi,”katanya.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis mengalami kesulitan ketika meliput kampanye akbar di JIS akibat nya beberapa hal. Pertama, tidak terdapat lokasi peliputan yang khusus di siapkan buat media terjaga,semua wilayah terpenuhi oleh massa pendukung Anies dan Muhaimin Iskandar sebagai calon Wapres. Ke 2, sejumlah jurnalis sempat telantar alias tidak bisa memasuki JIS dampak Arah yang gila berasaltim media AMIN tentang akses pintu masuk buat melakukan peliputan. Kemudian, awak media tulis atau televisi tak menerima akses frekuensi buat mengirimkan tayangan isu.

Media Asing Sorot Dukungan Untuk Anies Sosok Kontroversial Ini

Media menyoroti latar belakang Abu Bakar Ba’asyir kepada calon presiden nomor urutan 1 Anies Baswedan pada Pilpres 2024 ini. Hal ini diulas oleh Nikkei misalnya memberi judul “Ulama radikal Indonesia memberikan dukungan kepada calon presiden Anies”.
Presiden Calon Indonesia Anies Baswedan sudah menerima dukungan asal seseorang ulama yang pernah sebagai pemimpin spiritual grup ekstremis di balik pemboman Bali tahun 2002, serangan teroris paling mematikan pada negara ini,” tulis media tersebut.

“Dalam rekaman audio yg sebagai virus di media sosial bulan ini, Abu Bakar Bashir (Ba’asyir), 85,menggambarkan mantan gubernur Jakarta sebagai kandidat yang akan ‘mencoba memerintah negara ini …menggunakan aturan Islam semaksimal mungkin’,” ucapnya.

“Dukungan tadi muncul hanya beberapa minggu sebelum negara berpenduduk lebih banyak di dominasi Muslim terbesar di dunia itu mengadakan pemilihan presiden. Anies, 54,ketika ini berada pada urutan ke 2 pada calon terdepan, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Indonesia,” tambahnya.

Di muat pula bahwa Abu Bakar Ba’asyir, bukanlah satu-satunya tokoh garis keras yg mendukung Anies. Nikkei juga menyinggung ulama lain, Ustadz Abdul Somad.

“Di tolak masuk ke Singapura pada tahun 2022 karena apa yang dianggap bernyanyi negara kota tadi menjadi ajarannya yang’ekstremis dan segregasi’,”suara halaman itu menjelaskan sosoknya.

Dukungan Dari NU Pernah Perjadi Saat Pemilihan Gubernur 2017

Media tersebut pula menyampaikan pendapat pengamat. Disinggung bagaimana ini pernah terjadi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Dimana Anies menang melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Dukungan berasal ulama garis keras…berfungsi menjadi pengingat bagi komunitas non-Muslim di Indonesia serta Muslim moderat tentang apa yang dilakukan Anies terhadap Ahokditahun 2017,” muat Nikkei Asia mengutip peneliti senior di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam (RSIS) yang berbasis di Singapura, Alexander Arifianto.

Anies memenangkan pemilihan gubernur Jakarta tahun 2017 dengan menarik pemilih ortodoks dan tampil di kedap air umum dengan para pemimpin Islam garis keras yang berkampanye buat persamaan saingannya, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama,yang ketika itu misal nya orang Kristen keturunan Tionghoa pertama yang memegang jabatan puncak dikotatadi,” tambahnya.

“Anies juga menghadiri aksi unjuk rasa yg dilakukan oleh Gerakan 212,yg diambil dari tanggal 2Desember 2016 waktu grup Islam pertama kali berdemonstrasi melawan Ahok. Dia (Ahok) kemudian penjara atas tuduhan penistaan kepercayaan terkait dengan komentar yg beliau buat waktu kampanye,” ucap Nikkei.

Halaman yg sama juga memuat bagai mana kelompok Islam Konservasi berkontribusi hingga15-20% asal holistik pemilih berasal pemilu RI. Meski begitu mungil, seperti nya disebut signifikan.

“Jumlah Muslim ortodoks saja tidak relatif buat menyampaikan kemenangan padaAnies, sebagai akibatnya dia juga telah mendapatkan bunyi asal Nahdlatul Ulama (NU) yg moderat, organisasi Muslim terbesar di Indonesia, dengan sekitar 90 juta pengikut,’ tulisnya lagi.

“Anies dan pasangannya, Muhaimin Iskandar, anggota NUdan ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengincar suara di provinsi kubu NU, Jawa Timur,yang memiliki jumlah pemilih terdaftar terbesar kedua di Indonesia yaitu 31,4 juta,”katanya.

“Beliau membutuh kan suara yang signifikan dari NU, khususnya di wilayah pertarungan. Anies memiliki kompetitif sebab dia didukung bernyanyi karakter Islam garis kerasdan kini oleh sebagian akbarulama NU di Jawa Timur,” muat pengamat yg diwawancarai Nikkei Asia.

Exit mobile version