SEMBILAN NEWS

Aksi Kriminal Meningkat? Golkar Soroti Dampaknya ke Ekonomi Rakyat

Aksi Kriminal Meningkat? Golkar Soroti Dampaknya ke Ekonomi Rakyat

Aksi Kriminal Meningkat? Golkar Soroti Dampaknya ke Ekonomi Rakyat

Aksi kriminal yang meningkat di berbagai daerah mulai menimbulkan kekhawatiran serius karena berpotensi mengganggu stabilitas dan ekonomi masyarakat.

Fraksi Partai Golkar DPR RI menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aksi kriminal jalanan, terutama begal dan premanisme, di berbagai daerah sepanjang Mei 2026. Ketua Fraksi Golkar, Muhammad Sarmuji, dalam pernyataan pada Rabu, 13 Mei 2026, menyoroti dampak gangguan tersebut terhadap rasa aman masyarakat serta aktivitas ekonomi rakyat.

Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.


 

Maraknya Aksi Kriminal Jalanan

Sarmuji merilis keterangan tertulis pada Rabu, 13 Mei 2026, bahwa berbagai kasus begal dan premanisme terjadi di Lampung, Makassar, Pasuruan, Bandung, Tangerang, Jakarta Barat, dan sejumlah wilayah lainnya dalam beberapa minggu terakhir. Kejadian ini memicu keresahan dan rasa tidak aman di kalangan masyarakat yang biasanya aktif pada malam hingga dini hari.

Aksi kriminal jalanan ini tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa karena dampaknya langsung memengaruhi rasa aman masyarakat. Sarmuji menegaskan bahwa ketika warga mulai takut keluar rumah atau bepergian karena ancaman begal, maka yang terganggu bukan hanya keamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial.

Golkar mencatat bahwa gelombang kasus kriminalitas ini terus meningkat sejak awal Mei 2026. Banyak laporan dari masyarakat yang merasa terancam oleh aksi pencurian, perampokan, dan penghadangan kendaraan yang dilakukan secara terencana di jalur-jalur strategis.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.


📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dampak Pada Ekonomi Rakyat

Ketua Fraksi Golkar DPR RI juga menyoroti dampak kriminalitas jalanan terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas malam hari. Pedagang, pengemudi ojek, kurir, hingga pelaku UMKM merasa terancam saat bekerja karena maraknya begal dan premanisme.

Pedagang menjadi takut membuka warung hingga malam hari, pengemudi enggan melintas di jalur tertentu, dan aktivitas ekonomi rakyat akhirnya ikut terganggu. Kondisi ini kemudian menurunkan pendapatan masyarakat kecil dan memperburuk kondisi ekonomi kelompok rentan.

Sarmuji menegaskan bahwa premanisme dan begal bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga pukulan langsung terhadap ekonomi rakyat kecil. Jika dibiarkan, hal ini dapat semakin menurunkan rasa aman dan menghambat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Rupiah Jatuh Lagi! DPR Desak BI dan Pemerintah Ambil Langkah Darurat Cegah Inflasi Impor

Tuntutan ke Polri

Golkar menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menindak tegas aksi begal dan premanisme yang meresahkan masyarakat. Sarmuji menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh pelaku kriminal jalanan dalam menjaga keamanan publik.

Fraksi Golkar mendesak Polri untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan, terutama pada malam hari, serta mempercepat penangkapan para pelaku. Penindakan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah munculnya kelompok kriminal baru.

Sarmuji menekankan bahwa langkah cepat dan tegas diperlukan agar tidak muncul persepsi bahwa negara lemah dalam melindungi warganya. Dengan terciptanya rasa aman, aktivitas ekonomi diharapkan dapat kembali normal.

Upaya Pencegahan dan Kolaborasi Masyarakat

Selain penindakan aparat kepolisian, pencegahan kriminal jalanan juga perlu diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Peran lingkungan seperti RT/RW, tokoh masyarakat, serta Bhabinkamtibmas menjadi penting dalam membangun sistem keamanan berbasis komunitas.

Partisipasi warga dapat diwujudkan melalui ronda malam, pemasangan CCTV di titik rawan, serta pelaporan cepat terhadap aktivitas mencurigakan. Upaya ini dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman di lingkungan sekitar.

Selain itu, edukasi keselamatan bagi masyarakat juga perlu ditingkatkan agar warga tetap waspada saat beraktivitas tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan. Sinergi antara masyarakat dan aparat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif secara berkelanjutan.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.


Sumber Informasi Gambar:

Exit mobile version