Anggota DPR menekankan pentingnya belanja negara yang strategis agar ekonomi desa dan industri nasional semakin kuat.
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, Ilham Permana, menyoroti pengadaan 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun untuk KDKMP. Ia menilai proyek ini strategis bagi ekonomi nasional, namun menekankan pentingnya belanja negara yang menciptakan nilai tambah jangka panjang dan berkelanjutan.
Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Belanja Negara Sebagai Pengungkit Ekonomi Struktural
Pengadaan kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara melibatkan produsen otomotif India, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors. Dengan total 105.000 unit, proyek ini menjadi salah satu pengadaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ilham Permana mendukung program Koperasi Merah Putih untuk memperkuat distribusi pangan desa dan memangkas rantai pasok.
Ilham menegaskan, belanja negara sebesar ini tidak sekadar transaksi pengadaan barang. Pengeluaran publik besar harus dirancang untuk memberikan dampak struktural berkelanjutan bagi perekonomian nasional, sehingga setiap rupiah mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.
“Setiap rupiah belanja negara harus memberi nilai tambah jangka panjang. Pengadaan ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperkuat fondasi industri kita, bukan hanya memenuhi kebutuhan logistik sesaat,” ujar Ilham dalam keterangan tertulisnya. Pandangan ini menyoroti perlunya visi jangka panjang dalam setiap kebijakan fiskal.
Optimalisasi Pengadaan Untuk Industri Otomotif Nasional
Sektor otomotif memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai subsektor manufaktur, termasuk industri logam dasar, komponen mesin, ban, kaca, dan kabel. Keputusan dalam pengadaan kendaraan berskala besar ini berpotensi memengaruhi tingkat utilisasi pabrik, keberlangsungan tenaga kerja, serta penguatan ekosistem industri secara keseluruhan di dalam negeri.
Ilham menambahkan, pengadaan pemerintah diatur melalui Produk Dalam Negeri (PDN) sesuai UU Nomor 3 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 46 Tahun 2025. Regulasi ini mencerminkan kebijakan industrialisasi nasional, menjadikan belanja pemerintah sebagai instrumen penguatan daya saing industri lokal.
Ilham berpandangan bahwa masih ada ruang kebijakan untuk memastikan setiap proyek strategis pemerintah selaras dengan tujuan jangka panjang pembangunan industri nasional. Transformasi ekonomi tidak akan tercapai jika belanja negara tidak dirancang untuk memperluas dampak ekonomi domestik dan memperkuat fondasi industri secara berkelanjutan.
Baca Juga: DPP PPP Digugat Kader, Legalitas Ketua PPP Jabar Dipertanyakan
Sinergi Penguatan Desa Dan Industri Nasional
Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian penting dari penguatan ekonomi desa. Ilham menekankan bahwa pada saat yang sama, kebijakan ini juga harus memperkuat struktur industri nasional. “Penguatan desa dan penguatan industri seharusnya berjalan beriringan,” katanya, menyoroti pentingnya pendekatan holistik.
Arah kebijakan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat basis produksi nasional. Pengadaan kendaraan koperasi dapat menjadi contoh bagaimana kebijakan sektoral di tingkat desa dapat menjadi bagian dari strategi industrialisasi yang lebih luas, menciptakan dampak ganda.
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Ilham memastikan pihaknya akan terus mencermati implementasi kebijakan ini. Tujuannya adalah agar program berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional, baik di tingkat desa maupun industri.
Indikator Keberhasilan Dan Dampak Jangka Panjang
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang beroperasi di desa. Lebih dari itu, Ilham menekankan bahwa keberhasilan juga harus dilihat dari sejauh mana kebijakan ini berkontribusi terhadap ketahanan dan daya saing industri Indonesia secara keseluruhan. Pengukuran dampak jangka panjang menjadi kunci.
Pendekatan ini menggarisbawahi pentingnya melihat belanja negara sebagai investasi strategis. Setiap pengeluaran harus memiliki multiplier effect yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapabilitas industri domestik.
Dengan demikian, pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih harus menjadi momentum untuk mendorong industrialisasi yang lebih dalam. Hal ini akan memastikan bahwa dana triliunan rupiah yang digelontorkan benar-benar memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat dan sektor industri di Indonesia.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari meravi.id
