Banjir yang melanda Jakarta pada akhir Januari 2026 meninggalkan kerusakan parah pada jalan dan infrastruktur kota, mengganggu mobilitas warga.
Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth mendesak Pemprov bertindak cepat untuk melakukan perbaikan darurat dan perencanaan jangka panjang agar jalan kembali aman dan tahan banjir. Langkah ini mencakup koordinasi lintas dinas, pemetaan kerusakan, serta pembaruan drainase. Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Banjir Hancurkan Infrastruktur Jalan di Jakarta
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada akhir Januari 2026 meninggalkan dampak serius pada infrastruktur kota. Sejumlah jalan utama dan pemukiman warga mengalami kerusakan, mulai dari retakan hingga amblas. Kondisi ini mengganggu mobilitas warga serta menimbulkan risiko keselamatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi jalan yang belum diperbaiki. Ia menilai kerusakan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Banjir sudah surut, tapi jalan-jalan banyak yang rusak parah dan butuh perhatian segera,” katanya.
Selain itu, kerusakan jalan berdampak pada transportasi publik, termasuk bus dan angkutan warga yang harus melewati jalur alternatif. Warga juga mengeluhkan banjir yang kembali muncul di beberapa titik akibat saluran air yang tersumbat, memperparah kondisi jalan yang sudah rapuh.
Kenneth DPRD DKI Dorong Pemprov Perbaiki Jalan Rusak
Menanggapi kondisi ini, Kenneth meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Ia menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pasca-banjir harus menjadi prioritas utama agar mobilitas warga kembali normal.
“Kami mendesak Pemprov untuk melakukan penanganan darurat di lokasi-lokasi yang paling parah. Tidak hanya perbaikan sementara, tapi juga perbaikan yang tahan lama,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Menurut Kenneth, penanganan yang lambat dapat menimbulkan kerugian lebih besar, baik dari sisi ekonomi maupun keselamatan warga. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, dan pihak kelurahan untuk memastikan perbaikan berjalan efektif dan merata.
Baca Juga: Gubernur NTT Akui Tragedi Siswa SD Ngada Tercermin Dari Kegagalan Pemda
Warga Terhimpit Dampak Banjir dan Jalan Rusak
Warga di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara mengeluhkan kesulitan melintasi jalan yang rusak. Banyak kendaraan terjebak di genangan air atau lubang jalan, sementara pejalan kaki harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.
Seorang warga, Ibu Sari, mengaku harus memutar jalur hingga beberapa kilometer untuk mencapai tempat kerjanya. “Jalan rusak parah, apalagi kalau hujan lagi. Harus hati-hati karena bahaya bagi pengendara dan pejalan kaki,” ujarnya.
Selain mengganggu mobilitas, kondisi jalan yang rusak juga mempengaruhi distribusi logistik dan akses darurat, termasuk ambulans dan pemadam kebakaran. Hal ini menunjukkan urgensi perbaikan jalan secara cepat dan menyeluruh agar risiko bagi warga dapat diminimalkan.
Solusi dan Langkah Pemprov DKI
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menyatakan telah menyiapkan program perbaikan jalan pasca-banjir. Program ini mencakup perbaikan sementara untuk jalur kritis serta perencanaan perbaikan permanen agar lebih tahan terhadap banjir di masa mendatang.
Kenneth menekankan bahwa langkah-langkah ini harus dieksekusi segera dan transparan. Ia meminta Pemprov melibatkan warga setempat dalam pemetaan kerusakan, sehingga prioritas perbaikan dapat tepat sasaran dan meminimalisir keluhan masyarakat.
Selain itu, koordinasi lintas dinas menjadi kunci agar saluran air, drainase, dan jalan dapat ditangani bersamaan. Dengan pendekatan terpadu, diharapkan Jakarta dapat lebih siap menghadapi musim hujan berikutnya dan mengurangi dampak banjir pada infrastruktur kota.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi dan berita yang menarik yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com
