Buku Rasa Bhayangkara Nusantara menghadirkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Buku ini menjadi instrumen diplomasi kultural, membantu Duta Besar Indonesia menjelaskan kebijakan sosial dan gizi nasional kepada publik internasional. Program MBG kini menjadi contoh global, diterapkan di lebih dari 100 negara. Simak bagaimana buku ini menggabungkan kuliner, budaya, dan kebijakan sosial Indonesia.
Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Rasa Bhayangkara Nusantara, Senjata Diplomasi Indonesia
Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menyampaikan bahwa buku Rasa Bhayangkara Nusantara kini menjadi instrumen strategis dalam diplomasi kultural Presiden Prabowo Subianto. Buku ini telah hadir di berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga Benua Amerika, untuk memperkenalkan kekayaan budaya.
“Kehadiran buku ini menjadi instrumen diplomasi yang strategis. Buku ini membantu para Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara, termasuk di Jeddah, menjelaskan kekayaan, keberagaman, serta keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Dirgayuza dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut Dirgayuza, buku ini bukan sekadar tentang kuliner. Buku ini menyampaikan pesan kebijakan negara melalui pendekatan budaya yang universal dan mudah diterima lintas bangsa. Sehingga mampu menjembatani pemahaman masyarakat internasional terhadap program-program prioritas pemerintah Indonesia.
Buku Taste of Nusantara Hadir di Timur Tengah
Setelah mendapat perhatian luas di Eropa dan Amerika, versi bahasa Inggris buku ini berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program kini resmi hadir di kawasan Timur Tengah. Buku ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Penyerahan buku dilakukan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo kepada Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, dalam rangka kegiatan courtesy call pada Kamis. Momentum ini menandai resmi kehadiran buku Rasa Bhayangkara Nusantara di Timur Tengah.
Buku tersebut diterima langsung oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, sekaligus menjadi simbol penguatan peran perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan narasi kebijakan nasional secara lebih inklusif dan mudah dipahami oleh komunitas internasional.
Baca Juga: Heboh! PDIP Dorong Perampingan Fraksi DPR, Apakah Pemilu Akan Lebih Ketat?
MBG Mendunia Program Gizi Indonesia Disorot Dunia
Dirgayuza Setiawan menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjadi perhatian dunia internasional. Program ini tidak hanya dinilai berhasil di Indonesia, tetapi juga disebut sebagai salah satu program dunia yang mendapat dukungan global, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Dalam berbagai forum internasional, MBG disebut sebagai world program yang mendapat dukungan dan atensi global. Hingga kini, tercatat 107 negara telah melaksanakan program serupa sebagai upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.
Program MBG menunjukkan bahwa pendekatan sosial melalui kuliner dan budaya bisa menjadi strategi efektif untuk pembangunan sumber daya manusia, sekaligus memperkuat citra Indonesia di kancah internasional.
Kuliner Nusantara Memikat Dunia
Sebagai negara dengan kekayaan budaya kuliner yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki ratusan adat dan tradisi serta ragam bahan pangan lokal. Hal ini membuat implementasi MBG di Indonesia unik dan menarik untuk diperkenalkan ke dunia internasional.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara menampilkan 80 menu Bhayangkara, yang tidak hanya mencerminkan keanekaragaman kuliner, tetapi juga menggabungkan pesan edukasi gizi dan sosial bagi masyarakat. Buku ini menjadi jembatan antara budaya lokal dan diplomasi kultural Presiden.
Melalui buku ini, Indonesia menegaskan perannya dalam memperkenalkan budaya sekaligus kebijakan nasional kepada dunia. Dirgayuza menambahkan bahwa buku ini menjadi sarana penting untuk menjelaskan pencapaian Indonesia dalam program sosial, budaya, dan pembangunan sumber daya manusia di tingkat global.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari finance.detik.com
