SEMBILAN NEWS

Bursa Golkar Sulsel Makin Panas, Sowan ke Bahlil Belum Tentukan Pemenang

Ina Kartika Sari dan Ilham Arief Sirajuddin

Ina Kartika Sari dan Ilham Arief Sirajuddin

Bursa Golkar Sulsel semakin panas dengan manuver Andi Ina Kartika Sari dan Ilham Arief Sirajuddin yang sowan ke Bahlil.

Bursa calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan masih bergerak dinamis meski dua figur telah bertemu Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Di tengah spekulasi yang berkembang, partai menegaskan Musda belum mengerucut dan semua kader tetap punya peluang yang sama. Situasi ini membuat persaingan internal semakin menarik untuk diikuti.

Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.


 

Pertemuan Dengan Bahlil

Plt Wakil Sekretaris Golkar Sulsel Arief Rosyid mengungkap bahwa Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin atau IAS telah sowan ke Bahlil. Pertemuan itu disebut difasilitasi langsung oleh Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penjajakan awal menjelang Musda.

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa pertemuan itu tidak otomatis menutup peluang figur lain. Ia menyebut bursa masih terbuka dan siapapun yang ingin maju masih bisa difasilitasi untuk bertemu ketua umum. Dengan kata lain, proses pencalonan masih jauh dari kata final.

Arief juga menekankan bahwa Golkar ingin mencari sosok terbaik untuk memimpin DPD I Sulsel. Karena itu, proses penjaringan dibuat tidak terburu-buru agar keputusan yang lahir benar-benar bisa diterima banyak pihak. Ia berharap dinamika ini tetap dijaga dalam koridor yang sehat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.


📲 DOWNLOAD SEKARANG

Respons Muhidin

Pernyataan Arief soal dua nama yang menguat langsung direspons Muhidin. Ia membantah anggapan bahwa bursa calon Ketua Golkar Sulsel sudah mengerucut hanya pada dua figur. Klarifikasi ini sekaligus meredam kesan bahwa partai sudah mengunci pilihan sejak awal.

Menurut Muhidin, Musda Golkar Sulsel tetap terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi syarat. Ia menegaskan tidak ada pembatasan jumlah kandidat dan semua pemilik suara akan dilibatkan dalam proses pemilihan. Sikap ini menunjukkan bahwa mekanisme partai masih memberi ruang lebar bagi kompetisi internal.

Muhidin juga menyebut banyaknya figur yang berminat justru menjadi sinyal positif. Baginya, dinamika itu menunjukkan bahwa kader Golkar di Sulsel masih punya semangat besar untuk membesarkan partai. Ia menilai kompetisi yang sehat bisa memperkuat soliditas bila dikelola dengan baik.

Baca Juga: May Day Panas, PDIP dan Menaker Bongkar RUU Ketenagakerjaan Baru!

Peta Kandidat

Selain Andi Ina dan IAS, sejumlah nama lain juga ikut disebut dalam bursa. Dalam pemberitaan lanjutan, nama Munafri Arifuddin dan Supriansa turut masuk daftar figur yang dinilai punya peluang. Kemunculan nama-nama baru ini membuat peta persaingan makin kompleks.

Meski begitu, semua nama itu belum berarti final. Proses penentuan masih akan sangat bergantung pada komunikasi politik, restu internal, serta pemenuhan syarat pencalonan sesuai aturan partai. Karena itu, setiap figur masih harus menjaga konsistensi dukungan di tingkat akar rumput.

Muhidin menegaskan bahwa mekanisme Musda akan tetap mengacu pada prinsip musyawarah mufakat. Ia berharap keputusan akhir tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga dapat menjaga soliditas kader di daerah. Prinsip kebersamaan ini dianggap penting agar partai tidak terbelah setelah pemilihan.

Arah Musda Golkar

Di internal Golkar Sulsel, Musda dipandang penting karena akan menentukan arah konsolidasi menuju Pemilu 2029. Figur terpilih nantinya diharapkan bisa menyatukan faksi dan memperkuat mesin partai di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, proses pemilihan dinilai tidak boleh asal cepat.

Arief menyebut tujuan utama penundaan keputusan adalah mencari pemimpin yang paling tepat. Menurutnya, Golkar tidak ingin sekadar memilih figur populer, tetapi sosok yang mampu menjalankan konsolidasi organisasi secara efektif. Ia menilai kualitas kepemimpinan akan lebih menentukan ketimbang sorotan sesaat.

Dengan dinamika yang masih terbuka, bursa Ketua Golkar Sulsel diperkirakan akan terus menjadi perhatian. Selama Musda belum digelar, peluang kompromi, lobi, dan penambahan nama baru masih sangat mungkin terjadi. Situasi ini membuat arah akhir pertarungan internal masih sulit diprediksi.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.


Sumber Informasi Gambar:

Exit mobile version