Partai Demokrat menanggapi tuduhan yang menyeret Ketua Majelis Tinggi SBY terkait isu ijazah mantan Presiden Jokowi.
Dunia maya heboh dengan tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY, terkait isu ijazah palsu mantan Presiden Jokowi. DPD Demokrat NTB angkat bicara, menekankan etika bermedia sosial dan tanggung jawab menyebarkan informasi. Simak beragam informasi menarik lainnya yang terbaru dan terviral tentang politik cuman hanya ada di seputaran SEMBILAN NEWS.
Tudingan Serius Dan Tanggapan Demokrat
Viralnya tudingan terhadap SBY bermula dari sebuah unggahan di akun TikTok milik Sudiro Wi Budhius. Unggahan tersebut secara langsung menuduh mantan Presiden SBY sebagai dalang di balik isu ijazah Jokowi yang sempat menghebohkan publik. Hal ini memicu reaksi keras dari Partai Demokrat.
Plt. Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Si Made Rai Edi Astawa, menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya urusan internal partai, melainkan juga menyangkut tanggung jawab publik dalam berinteraksi di ruang digital. Media sosial, dengan jangkauannya yang luas, membutuhkan etika dan koridor hukum yang jelas.
Partai Demokrat tidak tinggal diam. Mereka telah melayangkan somasi kepada Budhius dan berencana untuk melanjutkan ke ranah hukum jika tidak ada permintaan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil untuk menjaga nama baik partai dan tokoh seniornya dari fitnah tanpa bukti yang merusak.
Demokrasi Sehat Versus Tuduhan Tanpa Bukti
Rai Edi Astawa menekankan bahwa tudingan tanpa bukti terhadap tokoh publik sangat berpotensi merusak sendi-sendi demokrasi yang sehat. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus dibarengi dengan tanggung jawab, bukan menjadi ajang kesewenang-wenangan untuk melontarkan tuduhan.
Ia mengamati bahwa fenomena ini mencerminkan masalah besar dalam kultur politik di Indonesia, di mana tuduhan serius seringkali dilontarkan tanpa dasar fakta yang kuat. Kondisi ini menciptakan iklim politik yang penuh kecurigaan dan tidak kondusif bagi kemajuan bangsa.
Kritik politik yang konstruktif adalah hal yang wajar dalam sebuah demokrasi, namun fitnah adalah hal yang berbeda. Rai menegaskan bahwa ada garis tipis antara kritik dan fitnah, dan masyarakat harus mampu membedakan keduanya demi menjaga integritas ruang publik.
Baca Juga: Nadiem Makarim Akan Hadiri Sidang Dakwaan Chromebook Senin, 5 Januari
Dampak Buruk Dan Pentingnya Literasi Digital
Tuduhan tanpa dasar tidak hanya merusak nama baik, tetapi juga memiliki dampak buruk yang signifikan, terutama bagi generasi muda yang aktif di media sosial. Rai Edi Astawa menyoroti perlunya pemahaman akan konsekuensi hukum dari setiap unggahan di platform digital.
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta berbagai peraturan lainnya tetap berlaku di dunia digital, dan tidak ada ruang untuk penyebaran hoaks atau fitnah. Kasus Budhius diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pengguna media sosial tentang batasan dalam berkomunikasi.
Peningkatan literasi digital, khususnya mengenai etika dan hukum bermedia sosial, menjadi sangat krusial. Ini bukan tentang membungkam kritik, melainkan memastikan bahwa kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang valid.
Langkah Hukum Untuk Efek Jera
Meskipun menegaskan langkah hukum yang ditempuh bukanlah pilihan pertama, Partai Demokrat menghendaki penyelesaian damai melalui permintaan maaf terbuka dari Budhius. Namun, karena belum adanya itikad baik, jalur hukum menjadi pilihan yang tak terhindarkan.
Permintaan maaf secara terbuka dianggap penting karena tuduhan tersebut juga disebarkan secara terbuka dan masif, sehingga keadilan menuntut adanya permintaan maaf yang setara. Proses hukum ini bukan untuk balas dendam, melainkan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
Partai Demokrat berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga agar di kemudian hari masyarakat lebih berhati-hati sebelum menyebarkan tuduhan yang merugikan. Mereka tetap terbuka terhadap kritik, namun menolak keras fitnah dan tuduhan tanpa dasar, serta mendorong bijak dalam menyampaikan pendapat.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita polik terbaru tentunya terpecaya hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabejabe.pikiran-rakyat.com
- Gambar Kedua dari kai.or.id
