Dunia internasional baru-baru ini dihebohkan oleh klaim sepihak Israel yang mengakui wilayah “Somaliland” di Republik Federal Somalia.
Menanggapi situasi sensitif ini, Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, telah menunjukkan sikap tegas dan konsisten. Posisi diplomatik Indonesia yang menolak pengakuan sepihak tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Komisi I DPR RI, menegaskan komitmen Indonesia terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
Simak beragam informasi menarik lainnya yang terbaru dan terviral tentang politik cuman hanya ada di seputaran SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Diplomasi Tegas Indonesia Dalam Menjaga Kedaulatan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Apresiasi ini diberikan atas keikutsertaan aktif dan penandatanganan Pernyataan Bersama Para Menteri Luar Negeri. Pernyataan tersebut secara tegas menolak pengakuan sepihak Israel terhadap wilayah Republik Federal Somalia.
Langkah diplomatik Indonesia ini sangat penting dan strategis. Ini mencerminkan konsistensi dan keteguhan politik luar negeri Indonesia. Indonesia selalu menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sukamta menekankan bahwa posisi Indonesia dalam pernyataan bersama ini sepenuhnya sejalan dengan kepentingan nasional dan komitmen global. Terutama dalam menolak segala bentuk legitimasi terhadap agenda separatisme yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya. Preseden ini dapat mengancam stabilitas kawasan dan tatanan internasional.
Solidaritas Internasional Dan Penolakan Terhadap Separatisme
Sikap Indonesia ini juga merupakan wujud nyata solidaritas internasional. Indonesia bergabung bersama para Menteri Luar Negeri dari berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ini termasuk Yordania, Mesir, Aljazair, Iran, Palestina, Arab Saudi, Turki, dan Somalia sendiri.
Bergabungnya Indonesia dan negara-negara OKI lainnya dalam Pernyataan Bersama ini menunjukkan komitmen kolektif. Tujuannya adalah untuk menjaga prinsip integritas teritorial. Penolakan terhadap pengakuan sepihak Israel atas wilayah “Somaliland” merupakan pesan kuat dari komunitas internasional.
Pernyataan Bersama negara-negara OKI tidak hanya menolak pengakuan tersebut. Pernyataan itu juga mengecam keras kunjungan ilegal pejabat Israel ke wilayah tersebut pada 6 Januari 2026. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Somalia dan norma-norma internasional.
Baca Juga: Polemik Pilkada, PKS Masih Bimbang Antara Rakyat Dan Parlemen!
Peran Proaktif Indonesia Di Forum Multilateral
Sukamta mendorong Kementerian Luar Negeri RI untuk terus mengambil peran proaktif dan konstruktif. Salah satunya adalah melalui penguatan prinsip keutuhan wilayah Somalia. Ini dapat dilakukan melalui jalur multilateral dan mekanisme hukum internasional yang tersedia.
Menurutnya, konsolidasi posisi negara-negara anggota di forum OKI sangat diperlukan. Dukungan aktif terhadap langkah-langkah diplomatik di Majelis Umum PBB juga krusial. Ini semua untuk memastikan norma keutuhan wilayah negara tetap terjaga dan dihormati oleh semua pihak.
Diplomasi Indonesia harus konsisten dan berbasis hukum internasional. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas di Afrika Timur. Selain itu, juga untuk mengamankan jalur perdagangan internasional, serta memperkuat peran Indonesia sebagai penjaga norma internasional dan jembatan dialog global.
Menjaga Stabilitas Kawasan Dan Kredibilitas Internasional
Langkah diplomasi Indonesia ini secara tidak langsung turut berkontribusi pada stabilitas regional. Penolakan terhadap pengakuan sepihak membantu mencegah eskalasi konflik di Tanduk Afrika, sebuah kawasan yang rentan. Hal ini sejalan dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan yang dianut Indonesia.
Selain itu, posisi tegas Indonesia ini juga memperkuat kredibilitasnya di mata dunia. Indonesia menegaskan diri sebagai negara yang konsisten dalam membela keadilan dan hukum internasional. Hal ini penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai pemimpin di antara negara-negara berkembang dan anggota OKI.
Melalui upaya diplomasi yang gigih, Indonesia berusaha untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar hubungan antarnegara tetap terjaga. Ini adalah komitmen Indonesia untuk terus berada di garda depan dalam membela kedaulatan negara, menolak separatisme, dan menegakkan hukum internasional di panggung global.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita polik terbaru tentunya terpecaya hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari pantau.com
