Rusdi Masse resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem, setelah surat pengunduran diri diterima secara resmi oleh DPP pada Rabu (15/1/2026).
Keputusan ini memicu sorotan publik dan spekulasi tentang arah politik RMS selanjutnya. NasDem menegaskan akan memproses pengunduran diri sesuai prosedur internal, sementara kader dan pengamat politik memperhatikan dampaknya menjelang Pemilu 2026.
Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Rusdi Masse Resmi Tinggalkan NasDem
Politisi senior Rusdi Masse (RMS) dikabarkan akan mundur dari Partai NasDem. Kabar tersebut muncul setelah surat pengunduran dirinya diterima secara resmi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem pada Rabu (15/1/2026). Langkah ini menjadi sorotan publik karena RMS selama ini dikenal sebagai tokoh penting partai di Sulawesi Selatan.
Ketua DPP NasDem, Surya Paloh, membenarkan bahwa surat pengunduran diri Rusdi Masse sudah diterima. Namun, pihak partai masih menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan tersebut. “Kami menghormati keputusan pribadi, dan proses administrasi pengunduran diri sedang berjalan,” kata Surya.
Langkah mundur Rusdi Masse ini memicu spekulasi di kalangan politik, terutama terkait arah politik RMS ke depan. Beberapa analis politik menyebut keputusan ini bisa berdampak pada peta koalisi di Sulawesi Selatan menjelang pemilu mendatang.
DPP Terima Pengunduran Diri Secara Resmi
Menurut sumber internal NasDem, surat pengunduran diri Rusdi Masse disampaikan secara resmi melalui jalur administratif partai. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh RMS dan diterima oleh Sekretariat Jenderal NasDem. “Prosesnya sesuai prosedur internal partai. Surat sudah dicatat dan sedang diproses,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Isi surat tersebut menyebutkan bahwa keputusan mundur bersifat pribadi dan diambil setelah pertimbangan matang. RMS disebutkan ingin fokus pada urusan pribadi dan kegiatan sosial-politik di luar struktur partai. Namun, surat tidak secara spesifik menyebutkan partai atau organisasi lain yang akan menjadi tujuan politik selanjutnya.
Penerimaan surat ini menjadi langkah formal pertama untuk memproses mundurnya anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan kepengurusan NasDem di tingkat provinsi dan kabupaten. Pihak partai menegaskan akan menindaklanjuti pengosongan jabatan struktural yang ditinggalkan RMS dengan mekanisme internal.
Baca Juga: Zainal Arifin Dikukuhkan Jadi Guru Besar Hukum UGM, JK-Novel Baswedan Hadir
Guncangan Politik dan Sorotan Publik
Kabar mundurnya Rusdi Masse langsung memicu respons dari sejumlah tokoh politik dan masyarakat. Beberapa kader partai mengekspresikan dukungan terhadap keputusan tersebut, menekankan bahwa setiap kader berhak menentukan langkah pribadi. “Kami menghormati keputusan pak Rusdi, semoga langkahnya membawa kebaikan,” ujar salah satu kader NasDem Sulsel.
Sementara itu, sejumlah pengamat politik menilai mundurnya RMS dapat mempengaruhi strategi partai menjelang Pemilu 2026. Posisi RMS yang cukup berpengaruh di Sulawesi Selatan dianggap menjadi “kunci” mobilisasi suara, sehingga NasDem harus segera menyiapkan pengganti untuk mempertahankan basis dukungan.
Publik pun ramai di media sosial membahas kabar ini. Banyak netizen mengaitkan mundurnya RMS dengan kemungkinan langkah politik baru atau persiapan kontestasi politik lokal. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi mengenai langkah politik selanjutnya dari Rusdi Masse.
NasDem Tegaskan Proses Administrasi dan Penghormatan
DPP NasDem menegaskan bahwa pengunduran diri Rusdi Masse akan diproses sesuai mekanisme partai. Semua administrasi terkait keanggotaan dan jabatan struktural sedang diperiksa agar tidak menimbulkan kekosongan yang merugikan partai. “Semua prosedur internal kami jalankan transparan dan profesional,” kata Sekjen NasDem.
Selain itu, partai juga menyatakan akan tetap menjaga komunikasi dengan RMS. NasDem menegaskan tidak menutup kemungkinan kerja sama politik di masa depan, meskipun RMS sudah mundur dari keanggotaan. Pendekatan ini dianggap penting agar hubungan politik tetap kondusif.
NasDem juga menghimbau kader dan simpatisan untuk tetap fokus pada agenda partai dan pemilu mendatang. Pihak partai menekankan bahwa meskipun ada mundurnya figur penting, soliditas internal harus tetap dijaga agar target politik partai tetap tercapai.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi dan berita yang menarik yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari makassar.tribunnews.com
