Ulama Jawa Barat menegur PPP, menekankan pentingnya kembali ke nilai Islam dan musyawarah dalam setiap kebijakan partai.
PPP mendapat sorotan ulama di Jawa Barat. Dalam Safari Ramadhan, Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto menerima masukan dari KH Asep Ahmad Maoshul Affandy. Pesan utama, partai warisan ulama harus kembali mengedepankan musyawarah dan nilai Islam, menandai kekhawatiran terhadap arah partai.
Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.
Kritik Pedas Dari Eyang Asep
KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, atau yang akrab disapa Eyang Asep, menyampaikan keprihatinan mendalamnya terhadap kondisi PPP saat ini. Menurut beliau, kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP mulai menjauh dari prinsip musyawarah dan nilai-nilai Islam. Fenomena ini menciptakan jarak antara pengurus pusat dengan para kiai, yang sebelumnya menjadi pilar utama partai.
Eyang Asep secara tegas menyatakan bahwa ia merasa prihatin dengan situasi PPP akhir-akhir ini. Beliau mengamati bahwa kebijakan DPP tidak lagi mencerminkan cara-cara yang Islami dan sudah melenceng dari prinsip musyawarah yang telah lama dipegang. Ini merupakan kritik serius yang menyoroti pergeseran nilai dalam tubuh partai.
Lebih lanjut, Eyang Asep menyerukan agar tradisi “pecat memecat kader” harus segera diakhiri. Praktik ini dinilai kontraproduktif dan tidak sejalan dengan semangat kebersamaan serta kekeluargaan yang seharusnya menjadi ciri khas partai Islam. Pesan ini menekankan pentingnya stabilitas dan soliditas internal demi kemajuan partai.
Amanah Ulama Dan Potensi Suara di Jawa Barat
Eyang Asep juga mengingatkan PPP akan tanggung jawab besar untuk kembali meraih kursi di Senayan pada Pemilu 2029. Hal ini bukan sekadar target politik, melainkan sebagai pengemban amanat ulama yang telah berjuang mendirikan partai ini. Kehadiran PPP di parlemen sangat penting untuk menyuarakan aspirasi umat.
Pondok Pesantren Miftahul Huda, yang dipimpin Eyang Asep, dipercaya memiliki potensi besar untuk menjadi pengerek suara bagi PPP. Mengingat kiprah alumni pesantren tersebut di Jawa Barat sangat signifikan, mereka telah menyumbang 14 dari total 78 kursi DPRD milik PPP di provinsi tersebut, atau sekitar 18 persen. Ini menunjukkan kekuatan basis massa pesantren.
Oleh karena itu, Eyang Asep menegaskan bahwa “wajib bagi kita untuk menjaga partai warisan ulama ini.” Pernyataan ini merupakan panggilan moral bagi seluruh kader dan simpatisan PPP untuk bersatu padu. Tujuannya adalah mengembalikan kejayaan partai sesuai dengan khittah perjuangan yang telah ditetapkan oleh para pendahulu.
Baca Juga: Sempat Dipertanyakan, MKD Tegaskan Sahroni Sah Jadi Pimpinan Komisi III!
Respons Positif Dari Waketum DPP PPP
Menanggapi masukan berharga tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PPP Agus Suparmanto menyatakan bahwa kunjungannya memang bertujuan untuk merekatkan kembali hubungan kekeluargaan yang sempat merenggang. Beliau mengakui adanya dinamika yang terjadi dan berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi antar elemen partai. Ini menunjukkan sikap keterbukaan dari pimpinan pusat.
Agus Suparmanto secara lugas mengakui bahwa restu ulama adalah syarat mutlak jika partai ingin bangkit kembali dari keterpurukan. Beliau memahami bahwa dukungan dan doa dari para ulama memiliki peran sentral dalam perjalanan politik PPP. Tanpa restu ulama, perjuangan partai akan terasa berat.
Beliau juga mengingatkan bahwa PPP adalah partai legendaris yang telah berusia 53 tahun, berkat perjuangan para alim ulama. Oleh karena itu, jika PPP ingin bangkit kembali, maka hal itu harus dimulai dengan doa dan restu para alim ulama. Ini menegaskan kembali fondasi keagamaan dan sejarah perjuangan PPP.
Safari Ramadhan Dan Harapan Kebangkitan
Selepas dari Manonjaya, rangkaian Safari Ramadhan tersebut dilanjutkan ke Pondok Pesantren Cipasung. Di sana, Agus Suparmanto menemui KH Ubaidillah Ruhiat untuk melanjutkan silaturahmi. Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk mendengarkan lebih banyak masukan dan doa dari ulama lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Ubaidillah mendoakan agar jajaran pengurus pusat tetap istiqomah dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam. Doa ini menjadi penyemangat bagi pimpinan PPP untuk terus berpegang teguh pada prinsip-prinsip partai. Ini sekaligus menegaskan harapan agar PPP tidak melupakan amanah umat.
Kegiatan silaturahmi ini turut didampingi oleh Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat Pepep Saeful Hidayat beserta sejumlah fungsionaris pusat. Rangkaian safari dijadwalkan berlanjut ke sejumlah pesantren besar di Bandung, termasuk Ponpes Alfalah dan Baitul Arqom. Harapannya, kunjungan ini dapat memperkuat kembali ikatan partai dengan basis ulama dan pesantren.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari jabar.tribunnews.com
