Komisi VI DPR RI menyatakan dukungannya penuh terhadap evaluasi menyeluruh pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan setiap BUMN menjalankan fungsinya secara optimal serta memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.
Evaluasi mencakup berbagai aspek mulai dari manajemen, efisiensi operasional, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Menurut Ketua Komisi VI, proses ini penting agar potensi BUMN yang besar dapat dimanfaatkan secara tepat.
Evaluasi juga bertujuan menegakkan akuntabilitas sehingga publik memperoleh informasi transparan mengenai kinerja setiap perusahaan negara. Fokus DPR pada aspek ini menandakan bahwa pengawasan terhadap BUMN menjadi prioritas utama dalam agenda legislatif.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Tantiem BUMN Menimbulkan Sorotan Publik
Isu tantiem atau bonus akhir tahun bagi direksi BUMN menjadi perhatian utama dalam evaluasi. Beberapa laporan menyebut adanya perusahaan yang memberikan tantiem mencapai puluhan miliar rupiah bagi manajemen puncak.
Besaran tertentu bahkan mencapai angka Rp 30 miliar, memicu pertanyaan publik mengenai proporsionalitas pengeluaran tersebut dibandingkan kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan lain.
DPR menegaskan bahwa pemberian tantiem harus berdasarkan capaian kinerja objektif serta transparansi yang jelas. Evaluasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan fiskal.
Tetapi juga sebagai upaya mendorong manajemen untuk bekerja lebih efisien dan bertanggung jawab. Pemberian tantiem yang tidak proporsional dapat menjadi indikasi adanya kebijakan internal yang perlu diperbaiki.
Transparansi Keuangan Menjadi Prioritas
Transparansi keuangan BUMN menjadi salah satu titik utama dalam evaluasi. Komisi VI menyoroti laporan keuangan, mekanisme penetapan anggaran, hingga kebijakan pengelolaan aset perusahaan. Tujuannya agar semua alokasi dana, termasuk untuk bonus, gaji, dan investasi, dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Selain itu, transparansi diharapkan mencegah praktik-praktik yang dapat merugikan negara, termasuk penggunaan dana yang tidak sesuai prioritas strategis.
Dengan laporan keuangan yang jelas, DPR dapat melakukan pengawasan lebih efektif. Publik pun memperoleh akses informasi yang memadai mengenai kebijakan finansial setiap BUMN.
Baca Juga: KPK Bongkar Peran Eks Menag Yaqut dan Gus Alex dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Perbaikan Manajemen Sebagai Upaya Efisiensi
Evaluasi oleh DPR juga memfokuskan pada aspek manajerial. Penataan struktur organisasi, evaluasi kinerja direksi, serta mekanisme pengambilan keputusan menjadi sorotan.
Perbaikan manajemen diharapkan menghasilkan efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Komisi VI menekankan bahwa manajemen yang efektif tidak hanya berdampak pada profit perusahaan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui produk dan layanan BUMN.
Evaluasi ini menjadi dasar bagi rekomendasi DPR untuk perbaikan jangka panjang, sekaligus sebagai acuan bagi pemerintah dalam menentukan strategi pengelolaan perusahaan negara.
Implikasi Evaluasi Terhadap Kepercayaan Publik
Hasil evaluasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN. Ketika kinerja perusahaan lebih transparan, manajemen lebih bertanggung jawab, serta kebijakan keuangan lebih jelas, publik akan melihat BUMN sebagai institusi yang profesional dan dapat diandalkan.
Kepercayaan publik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan citra BUMN. Selain itu, evaluasi DPR dapat mendorong pemerintah untuk menetapkan regulasi lebih tegas dalam pengelolaan perusahaan negara.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan BUMN tidak hanya berperan sebagai motor ekonomi nasional, tetapi juga menjadi simbol akuntabilitas dan efisiensi bagi seluruh masyarakat.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari mediaindonesia.com
