Site icon SEMBILAN NEWS

Koster Blak‑Blakan! Soal Sikap Otoriter Kader PDIP di Tabanan!

Wayan Koster menegaskan kader PDIP di Tabanan tidak boleh arogan

Wayan Koster menegaskan kader PDIP di Tabanan tidak boleh arogan

Wayan Koster menegaskan kader PDIP di Tabanan tidak boleh arogan, mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam kekuasaan politik.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, menegaskan fraksi PDIP di DPRD Tabanan tidak boleh otoriter meski menguasai kursi. Pernyataan ini disampaikan saat pengukuhan pengurus partai sebagai pesan agar mayoritas tetap bermusyawarah. Ia menekankan kekuatan harus diimbangi sikap rendah hati dan mengutamakan rakyat.

Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.


 

Konteks Dominasi PDIP di DPRD Tabanan

Dari total 40 kursi di DPRD Tabanan, fraksi PDIP menguasai 31 kursi atau sekitar 77,5 persen. Dominasi ini membuat PDIP menjadi partai mayoritas yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan. Namun, justru di sinilah Koster menekankan pentingnya menjaga sikap yang tidak arogan terhadap rekan‑rekan fraksi lainnya.

Koster mengakui bahwa PDIP di Tabanan seperti “tidak ada lawan” dalam perolehan kursi. Namun ia menekankan bahwa selaku mayoritas, fraksi PDIP justru berkewajiban mengajak, menggandeng, dan bermusyawarah dengan fraksi kecil. Tujuannya adalah agar proses legislasi tetap merujuk pada kepentingan umum, bukan hanya kepentingan partai mayoritas.

Ia juga menilai bahwa rasa hormat dan kerja sama lintas fraksi penting bagi citra partai di mata publik. Sikap inklusif di DPRD dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaga legislatif. Di sisi lain, sikap otoriter bisa memicu kritik dan kecurigaan bahwa kekuasaan dimanfaatkan secara sepihak.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.


📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pesan Koster Agar Kader Tidak Otoriter

Dalam sambutannya, Koster menegaskan kader PDIP di Tabanan tidak boleh otoriter di DPRD. Ia meminta tetap rendah hati, terbuka, dan menggandeng fraksi lain dalam pembahasan kebijakan. Menurutnya, keberhasilan DPRD ditentukan kompromi dan kepentingan rakyat, bukan kekuatan satu partai.

Koster juga menyorot pentingnya menjaga soliditas internal partai, tetapi tidak boleh sampai mengabaikan dialog dengan pihak luar. Kader PDIP perlu menunjukkan bahwa kekuasaan kursi digunakan untuk memudahkan koordinasi, bukan memaksa kehendak sepihak. Dengan sikap seperti ini, PDIP bisa tetap dicintai masyarakat, meski menjadi penguasa mayoritas.

Selain itu, Koster menegaskan bahwa PDIP harus “naik kelas”, dari partai yang sekadar kuat di kursi menjadi partai dengan kualitas kader dan akhlak politik yang tinggi. Kader diharapkan tidak hanya fokus pada kekuasaan, tetapi juga pada pengabdian, integritas, dan sikap yang tidak merugikan pihak lain.

Baca Juga: Sorotan Tajam DPR! Jangan Hanya Potong Gaji, Program Pemerintah Juga Diminta Direstrukturisasi Besar-Besaran

Upaya Memperkuat Kualitas Kader PDIP

Koster menekankan perlunya peningkatan kualitas kader PDIP di Tabanan, bukan hanya dari sisi jumlah. Ia menilai era sekarang menuntut kader yang memiliki kemampuan, integritas, dan kesadaran berpolitik yang sehat. Kader diminta menjauhi korupsi, narkoba, perjudian, dan perilaku yang merusak citra partai dan pemerintahan.

Koster juga mengingatkan kader agar selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kampanye. Kader harus aktif menyerap aspirasi, membantu kelompok rentan, dan menjaga lingkungan. Dengan pendekatan ini, PDIP diharapkan bisa menjadi partai yang dekat dengan rakyat, bukan hanya lembaga yang menguasai kursi di parlemen.

Pengukuhan ribuan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting di Tabanan dijadikan momentum untuk menyatukan langkah dan meningkatkan disiplin organisasi. Koster mendorong agar kader tetap loyal pada ideologi partai, namun tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Kualitas kader yang baik dinilai menjadi kunci agar kekuasaan partai tidak disalahgunakan.

Harapan Bagi Dinamika Politik Lokal di Bali

Koster berharap sikap yang ia tekankan di Tabanan bisa menjadi contoh bagi PDIP di daerah lain di Bali. Kader yang kuat secara jumlah diharapkan juga kuat dalam etika, integritas, dan rasa rendah hati. Dengan begitu, keberadaan PDIP sebagai partai penguasa bisa tetap diterima dan didukung masyarakat dalam jangka panjang.

Di tengah dominasi PDIP di Tabanan, Koster menekankan pentingnya menjaga demokrasi dan musyawarah dalam setiap keputusan. Ia mengingatkan DPRD harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kebesaran partai. Keseimbangan politik dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan kualitas kebijakan daerah.

Akhirnya, pesan Koster tentang tidak otoriternya kader PDIP di Tabanan menjadi penegasan bahwa kekuasaan harus diimbangi tanggung jawab dan kepekaan terhadap rakyat. Dengan kader yang berkualitas, berintegritas, dan tidak arogan, PDIP diharapkan bisa menjaga kepercayaan publik dan menjadi tulang punggung pembangunan di Bali.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.


Sumber Informasi Gambar:

Exit mobile version