Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan bahwa tujuh kabupaten di Aceh masih terdampak banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir.
Pemerintah pusat bersama daerah terus memantau kondisi dan menyalurkan bantuan darurat, termasuk logistik, obat-obatan, dan tenaga medis. Mendagri mengimbau warga tetap waspada, tidak kembali ke rumah yang masih terendam, dan aktif melaporkan kondisi banjir. Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Mendagri 7 Kabupaten Aceh Masih Terendam Banjir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia menyampaikan bahwa sebanyak tujuh kabupaten di Provinsi Aceh masih mengalami dampak serius akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Bencana ini muncul setelah hujan deras mengguyur beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.
Mendagri menekankan bahwa pemerintah pusat terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat. “Kami akan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berjalan optimal,” ujarnya dalam konferensi pers.
Masyarakat terdampak diharapkan tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan banjir. Pemerintah daerah diminta untuk aktif memberikan informasi terkini dan memastikan warga mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Situasi Tujuh Kabupaten Terdampak
Tujuh kabupaten yang masih terdampak banjir di Aceh antara lain Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Besar, dan Pidie. Beberapa daerah dilaporkan mengalami ketinggian air hingga satu meter, menyebabkan akses transportasi terganggu.
Data sementara menunjukkan ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sekolah, fasilitas kesehatan, dan beberapa infrastruktur umum juga terdampak, sehingga pemerintah daerah dan relawan bekerja sama untuk membantu evakuasi dan distribusi logistik.
Pihak BPBD setempat telah membuka posko-posko bantuan dan menyalurkan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Tim SAR dan relawan juga diterjunkan untuk memantau titik-titik banjir kritis dan membantu warga yang kesulitan menjangkau lokasi aman.
Baca Juga: MK Kirim Surat Peringatan Ke Anwar Usman, Usai Sering Absen
Penanganan Darurat oleh Pemerintah
Mendagri menekankan pentingnya penanganan cepat agar dampak banjir tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar. Pemerintah pusat telah menginstruksikan kementerian terkait untuk menyiapkan bantuan logistik, obat-obatan, dan tenaga medis tambahan.
Selain itu, koordinasi dengan aparat keamanan, TNI, dan Polri juga ditingkatkan untuk membantu evakuasi serta pengamanan wilayah terdampak. Mendagri menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga mitigasi risiko jangka panjang.
Pendataan warga terdampak dan inventarisasi kerusakan infrastruktur menjadi prioritas agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran. Hal ini diharapkan mempercepat pemulihan daerah terdampak dan mengurangi risiko bencana susulan.
Pesan Pemerintah kepada Warga
Mendagri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah daerah. Warga diimbau tidak kembali ke rumah yang masih terendam banjir sampai dinyatakan aman.
Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan kondisi banjir melalui posko BPBD dan perangkat desa. Respons cepat warga akan membantu pemerintah dan relawan dalam menyalurkan bantuan serta mengantisipasi risiko keselamatan.
Pemerintah berharap dengan perhatian serius dari pusat maupun daerah, dampak banjir di tujuh kabupaten Aceh dapat diminimalkan. Strategi mitigasi bencana, edukasi masyarakat, dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama menghadapi potensi banjir di masa mendatang.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi dan berita yang menarik yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com
