PDIP menolak RUU Pemilu dijadikan inisiatif pemerintah dan menilai ada sejumlah alasan penting yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat gebrakan dengan menolak tegas usulan agar Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu diserahkan sebagai inisiatif pemerintah. Sikap ini diungkapkan oleh anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Yevry Sitorus, merespons usulan Partai Amanat Nasional (PAN).
Dapatkan kabar politik terbaru dan terpopuler setiap hari, lengkap dengan berita viral, hanya di SEMBILAN NEWS.
Latar Belakang Usulan PAN
Usulan PAN muncul dari Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Daulay, pada akhir April 2026. Ia mengusulkan pemerintah mengambil alih inisiatif RUU Pemilu untuk menghindari perdebatan antarpartai di DPR. Pandangan ini bertujuan menyederhanakan proses legislasi yang rumit.
Saleh menilai pembahasan saat ini terjebak diskusi internal parpol. Menurutnya, inisiatif pemerintah bisa memperlancar proses, dengan perbedaan agenda diakomodasi saat pembahasan DIM. Ia yakin eksekutif lebih netral dalam isu sensitif pemilu.
RUU Pemilu saat ini sudah jadi prioritas legislasi DPR 2026, tapi pembahasannya mandek. DPR enggan buru-buru bahas, khawatir digugat ke Mahkamah Konstitusi. Situasi ini memicu berbagai usulan inovatif dari fraksi lain.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pernyataan Teguh Deddy Sitorus
Deddy Sitorus menolak keras usulan PAN pada 8-9 Mei 2026. Ia sebut menyerahkan RUU Pemilu ke pemerintah sama saja menyerahkan “nyawa” partai politik dan demokrasi ke kekuasaan. Respons tegas ini mencerminkan sikap hati-hati PDIP.
Sebagai Kapoksi PDIP Komisi II dan Ketua DPP PDIP, Deddy tekankan partai politik sebagai peserta pemilu paling berkepentingan. “Yang berkepentingan terhadap pemilu itu partai politik,” tegasnya. Ia menekankan peran parpol sebagai pilar utama demokrasi.
Deddy anggap usulan ini aneh, karena UU teknis biasa jadi inisiatif DPR, tapi UU vital seperti Pemilu malah diserahkan ke eksekutif. “Ada apa?” tanyanya retoris. Pertanyaan ini memancing perhatian publik luas.
Baca Juga: TNI Hibahkan Lahan ke Pemkab Bireuen, Harapan Brigjen Ali Imran, Ini Harapannya!
Alasan Utama Penolakan PDIP
PDIP anggap RUU Pemilu menyangkut esensi demokrasi dan eksistensi parpol. Menyerahkannya ke pemerintah berisiko intervensi kekuasaan, mengancam independensi legislatif. Risiko ini dianggap terlalu besar untuk diabaikan.
Deddy sebut perbedaan pandangan wajar dalam politik, bahkan jadi pilar demokrasi. “Dalam keluarga saja ada perbedaan, apalagi politik? Kalau takut pergulatan, jangan berpolitik,” ujarnya. Analogi ini memperkuat argumennya secara sederhana.
Usulan PAN justru dianggap melemahkan peran DPR. PDIP yakin dinamika internal parpol bisa lahirkan konsensus terbaik untuk regulasi pemilu yang adil. Keyakinan ini berbasis pengalaman panjang PDIP di parlemen.
Implikasi Politik ke Depan
Penolakan PDIP bisa menghambat kemajuan RUU Pemilu, padahal tahapan pemilu 2026 sudah dekat. Komisi II DPR sedang melakukan simulasi kajian, tetapi sinyal menunjukkan pembahasan belum akan dilakukan tahun ini. Hal ini berpotensi memengaruhi jadwal politik nasional. Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kepastian regulasi pemilu ke depan.
Ini memicu dinamika antarparpol, dengan Golkar mendorong percepatan tanpa memperhatikan siapa inisiatornya. PDIP memperingatkan bahwa intervensi pemerintah dapat menyeret demokrasi mundur. Peringatan ini mendapat dukungan dari sejumlah pakar tata negara. Perdebatan antarpartai pun semakin menguat di ruang publik.
Sikap PDIP memperkuat posisi DPR sebagai pengawal proses pemilu. Masa depan RUU sangat bergantung pada konsensus antarpatai politik, guna menghindari dominasi eksekutif demi integritas demokrasi Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan kekuasaan dalam trias politika. Proses pembahasan juga dinilai harus transparan dan partisipatif.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari kai.or.id