DPD PDIP Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran dengan santunan bagi 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa selain kegiatan sosial, Ketua DPD PDIP.
Kegiatan tiga jam ini menegaskan komitmen partai terhadap wong cilik, sekaligus kepedulian terhadap situasi global yang berdampak pada Indonesia. Baca selengkapnya tentang aksi sosial dan pandangan politik PDIP Jatim.
Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
PDIP Jatim Santuni Anak Yatim dan Janda Dhuafa
DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran pada Ramadan 2026 dengan menghadirkan 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa untuk menerima santunan. Kegiatan ini berlangsung sebagai wujud kepedulian partai terhadap masyarakat kecil, sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga.
Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, menyatakan bahwa agenda santunan ini menjadi tradisi rutin setiap Ramadan, khususnya bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dijalankan setiap tahun sebagai bentuk komitmen partai terhadap wong cilik.
Said menegaskan, “Setidak-tidaknya, Wa Insyaallah, dalam kesempatan apa pun, dalam agama apa pun, kami akan selalu menempatkan ibu-ibu janda dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDI Perjuangan,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan konsistensi PDIP dalam menyalurkan bantuan sosial bagi kelompok rentan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
PDIP Jatim Tegaskan Identitas sebagai Partai Wong Cilik
Dalam kesempatan yang sama, Said Abdullah menegaskan bahwa partainya konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil. PDIP ingin merayakan Nuzulul Quran bersama anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk penguatan ideologi partai yang berpihak pada wong cilik.
“Ideologi kami adalah kecintaan kami terhadap partai sebagai partai wong cilik, PDIP bersama wong cilik. Barokah itu yang ingin kami dapatkan bersama Ibu para janda dan anak yatim, insya Allah barokah itu kami dapatkan,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari karakter partai.
Said menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi generasi muda dan seluruh kader PDIP untuk selalu peduli kepada masyarakat yang membutuhkan. Partai menekankan nilai gotong royong sebagai prinsip utama dalam setiap aksi sosialnya.
Baca Juga: Golkar Tahan Modal Rp300 Miliar Jamkrida Jatim, Ada Fakta Mengejutkan!
PDIP Jatim Salurkan Sembako Untuk Warga
Sejak 1 Maret 2026, PDIP Jatim telah menyalurkan sebanyak 360 ribu paket sembako ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Paket ini mencakup beras, minyak goreng, dan gula, yang ditujukan bagi masyarakat yang terdampak ekonomi, terutama selama bulan Ramadan.
Said Abdullah menekankan bahwa distribusi bantuan ini dilakukan melalui mekanisme gotong royong internal partai agar lebih merata dan tepat sasaran. Ia berharap langkah ini bisa meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup wong cilik.
Selain itu, kegiatan sosial ini juga menjadi media untuk memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat. Sekaligus memperlihatkan komitmen PDIP untuk hadir di tengah masyarakat dalam setiap momen penting keagamaan dan sosial.
Sikap PDIP Jatim Terhadap Konflik Internasional
Dalam kesempatan peringatan Nuzulul Quran, Said Abdullah juga menyampaikan sikapnya terkait konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Said menyatakan penyesalannya atas eskalasi konflik yang berpotensi berdampak luas.
“Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi. Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami, jangan sampai itu terjadi,” ujar Said. Pernyataan ini menegaskan kepedulian partai terhadap stabilitas internasional dan dampaknya bagi Indonesia.
Selain itu, PDIP Jatim berharap semua pihak dapat menyelesaikan konflik secara damai dan mengutamakan prinsip kemanusiaan. Partai juga mendorong dialog dan diplomasi internasional sebagai jalan untuk mengurangi ketegangan di wilayah yang terdampak konflik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari beritajejakfakta.id
