Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan arahan strategis kepada Ketua Harian dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang baru dilantik.
Arahan tersebut menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat kemandirian energi nasional. Langkah ini menjadi krusial dalam mewujudkan swasembada energi dan memastikan kedaulatan energi yang tidak terintervensi oleh pihak manapun. Dengan fokus pada empat pilar utama, pemerintah bertekad untuk membawa perubahan signifikan dalam lanskap energi Indonesia.
Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Empat Pilar Utama Strategi Energi
Presiden Prabowo menggarisbawahi empat fokus utama bagi Dewan Energi Nasional. Pertama, kedaulatan energi, yang berarti Indonesia tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun dalam pengelolaan sumber daya energinya. Pilar ini fundamental untuk memastikan kontrol penuh negara atas aset-aset strategis.
Kedua, ketahanan energi yang perlu ditingkatkan secara drastis. Saat ini, cadangan energi Indonesia hanya cukup untuk 21 hari. Presiden menargetkan peningkatan cadangan ini menjadi tiga bulan, yang akan direalisasikan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) yang memadai di berbagai wilayah.
Ketiga, memperkuat kemandirian energi melalui penyusunan strategi yang komprehensif. Ini mencakup diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi penggunaan. Tujuannya adalah mengurangi beban impor dan memanfaatkan potensi energi domestik secara optimal.
Keempat, mencapai swasembada energi. Indonesia masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM setiap tahun, baik solar maupun bensin. Swasembada diharapkan tercapai secara bertahap, mengurangi ketergantungan pada pasar global yang volatile.
Roadmap Menuju Swasembada Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional, mengungkapkan bahwa peta jalan (roadmap) untuk mewujudkan swasembada energi telah rampung dibuat. Dokumen ini menjadi panduan strategis dalam setiap langkah yang akan diambil, memastikan visi Presiden Prabowo dapat diimplementasikan secara sistematis.
Tahapan implementasi roadmap ini mencakup pembangunan infrastruktur serta penjajakan kerja sama dengan negara-negara lain. Kerja sama internasional diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan swasembada.
Selain itu, struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan roadmap ini juga hampir selesai. Proses pengesahan melalui Peraturan Presiden (Perpres) sedang berjalan, dan diharapkan dapat segera diterbitkan untuk memberikan landasan hukum yang kuat bagi semua program yang direncanakan.
Baca Juga: Terungkap! Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI: Bukan Hanya Restu, Tapi Sinyal Politik Besar!
Komposisi Dewan Energi Nasional
Dewan Energi Nasional dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Ketua Harian, memastikan operasional harian berjalan lancar.
Struktur anggota DEN terdiri dari tujuh menteri dari unsur pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kehadiran menteri-menteri ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam menangani isu energi.
Selain itu, delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan juga dilantik, mencakup akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam dan holistik dalam perumusan kebijakan energi nasional.
Implikasi Dan Harapan Ke Depan
Arahan Presiden Prabowo kepada DEN menandai babak baru dalam pengelolaan energi nasional. Penekanan pada kedaulatan, ketahanan, kemandirian, dan swasembada energi adalah langkah krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan negara di masa depan.
Dengan roadmap yang jelas dan dukungan penuh dari berbagai kementerian serta pemangku kepentingan, target-target ambisius ini diharapkan dapat tercapai. Pembangunan storage dan pengurangan impor BBM akan secara signifikan memperkuat posisi Indonesia di kancah energi global.
Pada akhirnya, keberhasilan DEN dalam menjalankan tugasnya akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan energi yang stabil, terjangkau, dan mandiri akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jelajahi rangkuman berita menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda secara eksklusif di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari nasional.tvrinews.com
