Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, menyusul banjir dan longsor yang merusak rumah.
Dengan kunjungan langsung ke lokasi terdampak, koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan, Mendagri memastikan bantuan tepat sasaran. Program ini fokus pada pemulihan fisik, sosial, dan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.
Simak dan ikutin terus berita yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Tito Karnavian Pimpin Pemulihan Pascabencana Sumatera
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin serangkaian koordinasi intensif untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah di Sumatera. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah penduduk, serta fasilitas umum.
Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat lokal untuk memastikan bantuan cepat tersalurkan dan proses pemulihan berjalan efektif. “Kita harus bergerak cepat agar masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas normal,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak.
Selain itu, Mendagri juga menekankan pentingnya penggunaan data dan teknologi dalam proses rehabilitasi. Pemetaan kerusakan dan penyaluran bantuan berbasis data diyakini mempercepat efektivitas program, serta meminimalkan risiko duplikasi atau keterlambatan penanganan pascabencana.
Tinjauan Mendagri ke Lokasi Bencana
Tito Karnavian melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi terdampak, termasuk kabupaten di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Untuk melihat kondisi lapangan secara menyeluruh. Dalam kunjungan ini, Mendagri memantau dampak bencana terhadap rumah warga, jalan, jembatan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri berdialog dengan warga terdampak untuk mendengar langsung kendala yang mereka hadapi. Hal ini dianggap penting untuk menyesuaikan program rehabilitasi dengan kebutuhan nyata masyarakat, seperti perbaikan rumah rusak, fasilitas umum, dan akses air bersih.
Tito Karnavian juga menekankan perlunya pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Masyarakat yang terdampak harus dibantu agar kembali produktif, sehingga kehidupan ekonomi lokal dapat pulih lebih cepat dan warga tidak terjebak dalam krisis berkepanjangan.
Baca Juga: KSAD Umumkan Kodam NTT Masuk Tahap Ketiga Pembangunan
Sinergi Mendagri Bersama Pemda dan Stakeholder
Mendagri menyelenggarakan rapat koordinasi intensif bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang terdampak bencana. Rapat ini membahas strategi percepatan rehabilitasi, pembagian tugas, serta alokasi anggaran untuk rekonstruksi rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital.
Selain itu, Tito Karnavian meminta agar setiap kepala daerah membuat peta prioritas kerusakan berdasarkan tingkat urgensi. Hal ini untuk memastikan bantuan dan sumber daya dialokasikan secara tepat sasaran, terutama bagi warga yang kehilangan rumah atau tempat tinggal sementara.
Mendagri juga menginstruksikan agar kolaborasi dengan lembaga non-pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan sektor swasta dilakukan secara maksimal. Dukungan dari berbagai pihak diyakini dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Harapan Pemulihan dan Mitigasi Bencana
Tito Karnavian menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan. Program ini mencakup perbaikan infrastruktur yang lebih tahan bencana, pembangunan jalur evakuasi, serta edukasi kesiapsiagaan bagi warga.
Mendagri berharap kerja maraton ini dapat mempercepat pemulihan sehingga warga terdampak bisa kembali produktif dan kehidupan sosial ekonomi normal. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran rehabilitasi agar tepat sasaran dan transparan.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif ini, pemerintah menargetkan agar proses pemulihan pascabencana Sumatera dapat selesai lebih efisien, sekaligus menjadi model bagi penanganan bencana di wilayah lain di Indonesia. Masyarakat pun diharapkan lebih tangguh menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi dan berita yang menarik yang hanya ada di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari jakartaterkini.i
