Viral! Ahmad Sahroni, Wakil Ketua DPR RI, menanggapi desakan publik untuk membubarkan DPR dengan pernyataan kontroversial yang menyebut wacana tersebut sebagai “mental orang tolol sedunia.”
Keputusan ini menyusul rentetan pernyataannya yang viral dan menuai kritik publik. Terutama terkait responsnya terhadap desakan untuk membubarkan DPR dan komentarnya mengenai pedemo di bawah umur.
Meskipun Hermawi Taslim, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, menolak menyebutnya sebagai “pencopotan” dan mengklaim itu adalah rotasi biasa atau penyegaran. Surat resmi fraksi menunjukkan perubahan posisi Sahroni.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
Posisi Ahmad Sahroni di Komisi III DPR
Ahmad Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Komisi ini memiliki peran strategis dalam mengawasi lembaga-lembaga penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, Komisi III juga terlibat dalam pembahasan undang-undang yang berkaitan dengan sistem peradilan dan hak asasi manusia.
Dalam kapasitasnya tersebut, Sahroni sering kali terlibat dalam diskusi dan pengambilan keputusan terkait isu-isu hukum dan keamanan di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan pentingnya reformasi di sektor hukum dan penegakan keadilan.
Pencopotan Jabatan Ahmad Sahroni
Pencopotan Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI telah dikonfirmasi dan tertuang dalam surat Fraksi Partai NasDem Nomor 758. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat dan juga oleh Sahroni sendiri sebagai Bendahara Fraksi pada tanggal 29 Agustus 2025.
Berdasarkan surat tersebut, Sahroni kini dipindahkan untuk menjabat sebagai anggota Komisi I. Posisi Wakil Ketua Komisi III yang sebelumnya dipegang oleh Sahroni kini diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim. Memberikan klarifikasi mengenai perubahan jabatan ini. Hermawi enggan menggunakan istilah “pencopotan”, melainkan menyebutnya sebagai “rotasi rutin” atau “penyegaran” di lingkungan fraksi.
Ia juga membantah bahwa pergantian Sahroni merupakan buntut dari pernyataan kontroversial yang baru-baru ini menuai kritik publik.
Menurut Hermawi, perubahan posisi ini murni merupakan rotasi biasa. Senada dengan Hermawi, Ahmad Sahroni juga tidak menyebut mutasi ini sebagai pencopotan, melainkan sebagai rotasi atau penyegaran. Ia menyatakan bahwa mutasi ini adalah hal yang biasa terjadi di tubuh partai dan merupakan bentuk penyegaran anggota.
Baca Juga: KPK Sita Toyota Alphard Eks Wamenaker Noel, Dugaan Korupsi Makin Menguat?
Isu Gaji Tunjangan Anggota DPR Sebagai Pemicu
Desakan pembubaran DPR muncul setelah sorotan publik terkait besaran gaji dan tunjangan anggota legislatif yang dinilai sangat besar. Isu ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Masyarakat menilai bahwa dengan besarnya tunjangan yang diterima, kinerja DPR harus lebih optimal dalam mewakili aspirasi rakyat dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Sahroni sendiri mengakui bahwa kritik terhadap DPR adalah hal yang wajar, namun ia menegaskan bahwa seruan untuk membubarkan lembaga legislatif adalah langkah yang tidak tepat dan dapat menimbulkan masalah baru dalam tata kelola pemerintahan.
Reaksi Publik Terhadap Pernyataan Sahroni
Pernyataan Sahroni mengenai desakan pembubaran DPR menuai beragam reaksi dari publik. Sebagian masyarakat mendukung sikap tegasnya dalam membela lembaga legislatif, sementara yang lain mengkritik penggunaan kata-kata kasar dalam menyikapi kritik publik.
Beberapa pengamat menilai bahwa respons Sahroni dapat memperburuk citra DPR di mata masyarakat dan menambah ketegangan antara legislatif dan publik.
Di sisi lain, ada juga yang memahami bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk frustrasi Sahroni terhadap tuduhan yang tidak berdasar terhadap DPR.
Mereka berpendapat bahwa meskipun cara penyampaian Sahroni kontroversial. Namun esensi dari kritiknya mengenai pentingnya keberadaan DPR dalam sistem demokrasi tetap relevan untuk dibahas.
Buat kalian yang ingin mendapatkan dan mengetahui informasi-informasi menarik lainnya mengenai partai politik SEMBILAN NEWS adalah pilihan terbaik buat anda.
- Gambar Utama dari www.penainsight.com
- Gambar Kedua dari voi.id