Skip to content
logo 9 news
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
Pelajari Mekanisme Great Rhino Megaways dan Ways of the Qilin Dari Struktur Fitur hingga Ritme Sesi yang Bikin Penasaran Ulasan Perbandingan Aztec Gems dan Hip Hop Panda Mana yang Lebih Nyaman di Mata dan Lebih Mudah Diikuti Saat Sesi Santai Mengenal Fitur The Dog House dan Mahjong Ways 1 Tanpa Overclaim Ini Detail Kecil yang Sering Disalahpahami Pilihan Game Hari Ini Chicken Drop dan Lucky Piggy Dua Opsi Ringan untuk Hiburan Cepat yang Tetap Terkendali Fenomena Kepopuleran Gates of Gatotkaca dan Win Win Won di Komunitas Gaming Ini Alasan Kenapa Cepat Viral Permainan Kartu Classic Yang Tetap Bertahan Di Live Casino Seperti Baccarat Live Dengan Real Table Feel Casino Online Kini Tidak Lagi Terfokus Pada Satu Jenis Game Karena Variasi Format Dan Experience Design Cara Pemain Mengamati Konsistensi Permainan Di Lingkungan Live Casino Digital Dengan Session Tracking Dan Variance Check Mengatur Emosi Saat Bermain Live Casino Agar Keputusan Tetap Tepat Dengan Tilt Control Dan Calm Decision Making Analisis Teknis Fitur Unik Mahjong Ways 2 Dari Sisi Psikologi Dan Mekanisme Dengan Reel Logic Dan Engagement Loop Analisis Strategi PG Soft Untuk Menata Jam Bermain Dengan Session Planning Tanpa Klaim Jam Emas Spin Turbo Di Mahjong Ways Sebagai Cara Membaca Momentum Sesi Dengan Spin Cadence Dan Variance Tracking Disiplin Sesi Mahjong Ways 2 Untuk Menjaga Hasil Positif Dengan Budget Cap Dan Stop Rule Mengapa Pemain Konsisten Lebih Fokus Pada Ritme Mahjong Ways Dengan Session Rhythm Dan Calm Decision Making Bedah Sinyal Mikro Mahjong Ways Menjelajahi Perubahan Visual Menjelang Hasil Terbentuk Strategi Equilibrium Mahjong Ways 2 Pendekatan Khusus Untuk Pemain Dengan Gaya Tenang Eksplorasi Produktivitas Minimalis Melalui Ritme Visual Mahjongways Dalam Jangka Panjang Studi Korelasi Antara Sikap Tenang Pemain Dan Frekuensi Keberhasilan Di Mahjong Ways Supremasi Data Kuantitatif Dan Observasi Sistematis Di Atas Insting Saat Bermain Mahjong Ways 2 Cara Main Mahjong Ways Lebih Tenang Tanpa Terburu Buru Fokus Menjaga Ritme dan Kendali Diri
Menu
  • PILPRES 2024
Menu
DPR RI Dorong Teknologi Untuk Kurangi Impor Garam Industri

DPR RI Dorong Teknologi Untuk Kurangi Impor Garam Industri

Posted on November 22, 2025 by Arthur

Industri petrokimia Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena produksi garam industri dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri nasional.

DPR-RI-Dorong-Teknologi-Untuk-Kurangi-Impor-Garam-Industri

Meskipun memiliki garis pantai terpanjang, Indonesia masih sangat bergantung pada impor, sehingga DPR RI mendorong penerapan rekayasa teknologi. Berikut ini SEMBILAN NEWS akan memberikan informasi mengenai langkah-langkah DPR RI dalam mendorong produksi garam industri dan harapan para pelaku industri terkait upaya ini.

tebak skor hadiah pulsa  

DAFTAR ISI

  • Tantangan Produksi Garam Industri di Indonesia
  • Faktor Tingginya Impor Garam Industri
  • Peran Rekayasa Teknologi Dalam Produksi Garam
  • Tantangan dan Harapan Industri Petrokimia

Tantangan Produksi Garam Industri di Indonesia

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyatakan bahwa kendala cuaca menjadi salah satu faktor utama yang membatasi produksi garam industri di Indonesia. “Kita memang mengalami tantangan untuk memproduksi garam industri, terutama cuaca yang tidak bisa diatur. Tapi dengan teknologi sekarang seharusnya bisa melakukan sebuah rekayasa produksi,” ujar Lamhot saat mengunjungi PT Asahimas Chemical (ASC) di Cilegon, Banten, Jumat.

Indonesia memiliki garis pantai yang panjang dan potensi sumber daya laut yang melimpah. Namun, industri petrokimia masih harus mengimpor garam dari Australia karena produksi lokal belum mampu memenuhi spesifikasi teknis. Hal ini membuat ketergantungan pada impor tetap tinggi, meski secara teori Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen garam industri.

Faktor Tingginya Impor Garam Industri

Tingginya impor garam industri disebabkan oleh disparitas biaya produksi. Garam industri yang diimpor dari Australia seringkali berasal dari tambang garam atau rock salt, yang merupakan produk sampingan dan memiliki harga sangat kompetitif. Sementara itu, produksi garam di Indonesia masih mengandalkan pengeringan air laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim.

Kondisi ini membuat investasi di sektor garam industri kurang menarik secara ekonomi. Banyak korporasi enggan menanam modal karena biaya produksi tinggi dan risiko ketergantungan pada cuaca. Lamhot menekankan bahwa intervensi teknologi mutlak diperlukan agar industri tidak selamanya bergantung pada impor.

Baca Juga: Kedatangan Gibran di KTT G20 Afrika Selatan Disambut Tradisi Pantsula

Peran Rekayasa Teknologi Dalam Produksi Garam

Peran-Rekayasa-Teknologi-Dalam-Produksi-Garam

Teknologi modern diyakini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala alam dalam produksi garam industri. Lamhot menegaskan bahwa melalui rekayasa teknologi, Indonesia bisa meningkatkan kapasitas produksi garam lokal dengan kualitas yang sesuai standar industri.

“Penerapan teknologi dapat membantu memproduksi garam industri tanpa tergantung pada cuaca. Sehingga daya saing industri petrokimia dalam negeri tetap terjaga,” ungkap Lamhot. Rekayasa teknologi ini bisa meliputi pengeringan air laut menggunakan sistem kontrol iklim, penggunaan mesin kristalisasi garam, hingga inovasi metode produksi yang lebih efisien.

Dengan dukungan teknologi, produksi garam lokal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga spesifikasi tinggi untuk industri petrokimia, pupuk, dan sektor lainnya. Hal ini bisa menjadi langkah strategis dalam menekan impor sekaligus meningkatkan ketahanan industri nasional.

Tantangan dan Harapan Industri Petrokimia

Vice Plant Director PT Asahimas Chemical, Agus Prasetyo, mengakui bahwa perusahaannya masih sepenuhnya mengimpor garam industri. “Semua kebutuhan garam perusahaan kami yang mencapai 1,2 juta ton per tahun masih didatangkan dari luar negeri karena garam lokal belum memenuhi spesifikasi industri,” kata Agus.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara dukungan untuk produksi garam lokal dan kebijakan relaksasi impor bagi industri pengguna. Hal ini penting untuk memastikan operasional pabrik tetap berjalan lancar di tengah persaingan global.

Agus menambahkan bahwa kunjungan Komisi VII DPR RI sangat bermanfaat agar kebijakan pemerintah lebih berpihak pada keberlangsungan industri petrokimia nasional.

Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita polik terbaru tentunya terpercaya hanya di SEMBILAN NEWS.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari antaranews.com
  2. Gambar Kedua dari inilahkendari.com
undefined

Berita Terupdate

  • Gebrakan PSI, Seluruh Provinsi Wajib Punya Dapur “Makan Bergizi Gratis”!
  • Pemkab-DPRD Serang Salurkan 14 Ton Beras Untuk Korban Banjir
  • PDIP Kirim Mobil Laundry Gratis Bantu Korban Longsor Cisarua, Warga Terharu
  • Terungkap! Teka-Teki Status Jokowi di PSI Dan Sinyal Turun Gunung Untuk 2029!
  • Lemhannas, Penguatan Ekonomi Dan Hukum Tingkatkan Ketahanan Nasional
©2026 SEMBILAN NEWS | Design: Newspaperly WordPress Theme
Go to mobile version