Polemik Pilkada kembali memanas, PKS masih bimbang menentukan sikap antara aspirasi rakyat dan keputusan parlemen.
Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mencuat, menimbulkan pro dan kontra di masyarakat dan partai politik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku belum menentukan sikap final terkait usulan ini. Hal ini menunjukkan dinamika internal yang kompleks dalam menyikapi isu krusial terkait hak demokrasi rakyat.
Simak beragam informasi menarik lainnya yang terbaru dan terviral tentang politik cuman hanya ada di seputaran SEMBILAN NEWS.
DAFTAR ISI
PKS Belum Finalisasi Sikap
Mardani Ali Sera, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, menjelaskan bahwa partainya masih menimbang berbagai masukan terkait wacana Pilkada via DPRD. “Masih menimbang masukan dari beberapa NGO (Non-Governmental Organization),” ujar Mardani kepada wartawan pada Kamis (8/1/2025).
Di internal PKS sendiri, ternyata masih terdapat dukungan terhadap kedua opsi, yaitu Pilkada langsung oleh rakyat dan Pilkada melalui DPRD. Ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan yang sehat di dalam tubuh partai dalam menyikapi isu strategis ini. “Masih punya pendukung keduanya,” tambahnya.
Mardani menegaskan bahwa PKS akan melakukan kajian mendalam terkait sistem Pilkada tersebut. Proses kajian ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang paling tepat dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas serta prinsip demokrasi yang dijunjung tinggi.
Suara Publik Dan Survei LSI Denny JA
Survei terbaru yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa mayoritas responden menolak usulan Pilkada melalui DPRD. Hasil survei ini tentu menjadi perhatian serius bagi partai politik, termasuk PKS, dalam mengambil keputusan.
Mardani Ali Sera menyikapi hasil survei ini dengan bijak. Ia menyatakan bahwa publik memiliki hak untuk menilai sistem yang terbaik bagi mereka. “Publik punya hak untuk menilai. Karena sekali dalam lima tahun hak mereka untuk memilih langsung bisa dihapuskan,” ujar Mardani, mengakui kekhawatiran publik.
Namun, Mardani juga menambahkan bahwa pendukung Pilkada melalui DPRD juga memiliki alasan tersendiri yang kuat. Ia berharap wacana ini terus dijadikan diskursus publik yang cerdas dan berbasis data, sehingga setiap argumen dapat dipertimbangkan secara matang.
Baca Juga: Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Hasil Survei LSI Denny JA
Survei LSI Denny JA terkait usulan Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD menunjukkan angka penolakan yang signifikan. Responden diberi pertanyaan “Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD?”.
Hasilnya, 66,1 persen responden menyatakan “kurang setuju/tidak setuju sama sekali”. Angka ini menunjukkan mayoritas masyarakat tidak mendukung opsi Pilkada melalui DPRD. Penolakan paling keras datang dari Generasi Z.
Sementara itu, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan “sangat setuju/cukup setuju”. Sisanya, 5,3 persen, memilih “tidak tahu/tidak jawab”. “Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD,” kata Ardian Sopa saat merilis hasil survei pada Rabu (7/1/2026).
Diskursus Publik Yang Cerdas
Perbedaan pandangan antara pendukung Pilkada langsung dan Pilkada melalui DPRD merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Penting untuk memastikan bahwa diskusi mengenai isu ini dilakukan secara cerdas, transparan, dan berbasis data yang akurat.
Kajian yang dilakukan oleh PKS, dengan melibatkan masukan dari berbagai pihak termasuk NGO dan memperhatikan suara publik, diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang akuntabel. Keputusan ini akan sangat memengaruhi masa depan sistem demokrasi di Indonesia.
Penting bagi setiap partai politik untuk mendengarkan aspirasi rakyat dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap kebijakan yang akan diambil. Proses ini akan menjaga integritas demokrasi dan memastikan representasi yang adil bagi seluruh elemen masyarakat.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita polik terbaru tentunya terpecaya hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari harapanrakyat.com
