Bencana alam seringkali menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi sektor vital seperti pertanian.
Melihat dampak signifikan terhadap lahan persawahan di Sumatera, pemerintah Indonesia, melalui Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, menegaskan komitmen kuat untuk bergerak bersama dalam upaya rehabilitasi.
Berikut ini, SEMBILAN NEWS akan ini menjadi krusial untuk memulihkan denyut nadi ekonomi lokal dan menjaga ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
DAFTAR ISI
Komitmen Kuat Pemerintah Pusat
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara tegas menyampaikan komitmen pemerintah untuk bekerja sama dalam merehabilitasi sawah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons ancaman terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Rehabilitasi ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas lahan.
Bima Arya menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam pemulihan lahan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci dalam upaya ini, didukung oleh kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sektor pupuk menjadi vital untuk memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian.
Upaya rehabilitasi ini dinilai sangat krusial mengingat kontribusi besar sektor pertanian terhadap perekonomian nasional. “Sumatera ini menyumbang 22 persen dari PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Tentu, pemulihan (sawah) ini juga akan berdampak signifikan,” kata Bima di Jakarta, Kamis. Hal ini menegaskan dampak positif rehabilitasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Dampak Bencana Yang Lebih Luas Dan Berkelanjutan
Pernyataan Bima Arya disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Aceh-Sumatera di Desa Pinto Makmur, Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memulai langkah konkret dalam pemulihan, dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Bima menyampaikan hasil peninjauan dan dialog dengan para kepala daerah di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Terdapat kesamaan testimoni bahwa dampak bencana kali ini dirasakan lebih luas dan berkepanjangan dibandingkan dengan tsunami Aceh. Hal ini menunjukkan skala dan kompleksitas tantangan yang dihadapi.
“Dampaknya lebih dahsyat daripada tsunami, dalam hal cakupan luasan, lamanya bencana, dan juga dampak ekonomi,” ujarnya. Ia menambahkan pesan Presiden Prabowo untuk bergerak cepat dan bersama-sama dalam penanganan bencana. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi tindakan kolektif dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Heboh! Rusdi Masse Resmi Mundur dari NasDem, DPP Telah Terima Suratnya
Peran Krusial Kemendagri Dalam Koordinasi Daerah
Lebih lanjut, Bima Arya menegaskan peran aktif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memastikan seluruh kepala daerah terdampak tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan pembagian peran yang jelas dan berkelanjutan. Kemendagri berupaya memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam penanganan di lapangan.
“Saya sendiri sudah berusaha bolak-balik, Aceh Tamiang, Langsa, sekelilingnya untuk mendampingi bersama-sama dengan kepala daerah, memastikan celah-celah apa saja yang masih belum tersentuh,” jelasnya. Ini menunjukkan pendekatan proaktif Kemendagri dalam mendukung pemerintah daerah.
Selain itu, Kemendagri juga mengerahkan 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka membantu pemulihan pusat pemerintahan di Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat bencana. Keterlibatan ini mempercepat proses revitalisasi layanan publik pascabencana.
Kolaborasi Lintas Sektoral Untuk Pemulihan
Keterlibatan lintas kementerian dan lembaga turut diperkuat melalui pengerahan personel TNI-Polri. Sinergi ini memastikan penanganan bencana berjalan komprehensif dan terkoordinasi. Selain itu, taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga turut berperan aktif dalam upaya pemulihan di lapangan.
“Ada juga teman-teman taruna, dalam kegiatan Latsitarda, taruna TNI-Polri dan praja IPDN, yang juga segera bergerak di titik-titik yang berdampak,” tutur Bima. Ia juga menyebutkan bahwa Menteri KKP telah melepas lebih dari seribu taruna KKP untuk membantu pemulihan. Kolaborasi ini mempercepat proses rehabilitasi dan pembangunan kembali.
Kerja sama antarlembaga ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesatuan dalam menghadapi dampak bencana. Dengan melibatkan berbagai elemen dari pemerintah pusat hingga daerah, serta dukungan dari TNI-Polri dan institusi pendidikan, diharapkan pemulihan dapat berjalan efektif dan sawah-sawah yang terdampak dapat segera produktif kembali.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita polik terbaru tentunya terpecaya hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari monitorpos.net
