Wamendagri memimpin rapat evaluasi dan dorong transformasi layanan RSUD Yowari, fakta terbaru terkait perubahan ini diungka
Wakil Menteri Dalam Negeri memimpin rapat evaluasi yang fokus pada transformasi layanan di RSUD Yowari. Langkah ini memunculkan pertanyaan publik tentang seberapa besar perubahan yang akan terjadi dan dampaknya bagi pasien.
SEMBILAN NEWSÂ ini mengulas tujuan rapat, strategi transformasi, dan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit agar lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
DAFTAR ISI
Rapat Evaluasi Layanan Kesehatan Dipimpin Wamendagri
Selasa (17/3/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk memimpin rapat evaluasi terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Agenda utama rapat adalah membahas transformasi layanan rumah sakit rujukan ini agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Papua dan daerah sekitar.
Rapat tersebut berlangsung setelah Ribka meninjau langsung kinerja ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari. Evaluasi ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap layanan kesehatan di wilayah yang menjadi hub rujukan medis.
Dalam arahannya, Ribka menegaskan bahwa transformasi layanan tidak sekadar perbaikan teknis, tetapi juga perlu menguatkan koordinasi, kapasitas rumah sakit, dan kualitas layanan kepada masyarakat secara menyeluruh.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Koordinasi Dan Tantangan Layanan Kesehatan Di Papua
Ribka menyampaikan bahwa masalah utama yang ditemui bukan hanya persoalan teknis medis, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya koordinasi dan tingginya ego sektoral antarinstansi di wilayah tersebut. Hal ini dianggap menghambat penyelesaian masalah layanan kesehatan di rumah sakit.
Ia menekankan bahwa koordinasi antarlembaga sangat penting untuk memastikan penyelesaian isu layanan berjalan efektif. Oleh karena itu, pemerintah telah membentuk tim khusus yang akan melakukan diskusi dan merumuskan solusi bersama pemerintah daerah.
Ribka juga memetakan permasalahan berdasarkan urgensinya, mulai dari masalah mendesak hingga jangka panjang, agar langkah perbaikan dilakukan secara terstruktur dan efektif.
Baca Juga:Â Antusias Tinggi! Bahlil Berangkatkan Peserta Mudik Gratis GolkarÂ
Perkuat Kapasitas RSUD Yowari Sebagai Rumah Sakit Rujukan
Ribka menekankan bahwa RSUD Yowari bukan hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga pasien rujukan dari berbagai daerah, termasuk daerah otonom baru (DOB). Karena itu, kapasitas rumah sakit perlu diperkuat signifikan.
Saat ini, kapasitas tempat tidur RSUD Yowari sekitar 130 unit, namun untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit tipe B diperlukan minimal sekitar 250 unit tempat tidur. Ribka mendorong pemerintah daerah untuk berkomitmen memenuhi persyaratan tersebut.
Ia juga menyebut bahwa perbaikan fasilitas, obat, peralatan medis, serta penataan SDM akan menjadi fokus utama. Agar RSUD Yowari mampu memberikan layanan yang lebih baik dan merata bagi pasien dari berbagai wilayah.
Masalah Administrasi Dan Kepesertaan BPJS Kesehatan
Selama evaluasi di lapangan, Ribka menemukan sejumlah peserta BPJS Kesehatan yang memiliki kartu namun status kepesertaannya tidak aktif. Kondisi seperti ini dinilai perlu segera ditangani agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala administratif.
Ribka menyatakan pemerintah pusat akan segera berkoordinasi untuk mengaktifkan kembali status kepesertaan BPJS yang tidak aktif. Sehingga pasien bisa sepenuhnya memanfaatkan hak layanan kesehatan yang menjadi kewajiban negara.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk memastikan layanan publik di rumah sakit tidak terganggu oleh persoalan administrasi. Dan semua warga yang membutuhkan layanan kesehatan dapat dilayani dengan baik.
Imbauan Peningkatan Layanan Dan Peran Masyarakat
Selain memperkuat infrastruktur dan kapasitas layanan, Ribka juga menyoroti pentingnya belanja sumber daya manusia (SDM) yang proporsional di rumah sakit. Ia mendorong agar komposisi anggaran SDM disesuaikan dengan standar yang sehat, tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Ribka juga mengajak ASN, TNI, Polri, dan masyarakat untuk turut serta dalam membantu mengatasi tantangan, termasuk dalam hal kebutuhan darah yang masih menjadi kendala di rumah sakit. Kegiatan donor darah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah.
Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Jika seluruh pihak bekerja dengan hati, layanan akan semakin berkualitas dan masyarakat akan merasa lebih percaya pada layanan publik di RSUD Yowari.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita politik terbaru, akurat, dan terpercaya, hanya di SEMBILAN NEWS.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari papua.tribunnews.com
